Berita terkiniSosial & Budaya

Lamongan Daerah Harmonis ke-2 Jatim, Aktivis Ingatkan Ancaman Radikalisme

32
×

Lamongan Daerah Harmonis ke-2 Jatim, Aktivis Ingatkan Ancaman Radikalisme

Sebarkan artikel ini

LAMONGAN,KRINDOTV.COM – Pemerintah Kabupaten Lamongan mengeklaim keberadaan 66 ribu santri di wilayahnya sebagai modal krusial untuk mencetak generasi unggul demi menyongsong Indonesia Emas 2045. Melalui program prioritas “Lamongan Nyantri” dan Perda Nomor 6 Tahun 2021 tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren, pemkab berkomitmen memperkuat pendidikan keagamaan. Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak Yes) saat memimpin apel Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Halaman Kantor Pemkab Lamongan, Kamis (22/10/2026).

 

Namun, klaim keberhasilan ini memicu sorotan kritis dari kalangan pengamat pendidikan dan aktivis kebijakan publik. Ratusan pondok pesantren (ponpes) di “Kota Soto” dinilai masih menghadapi tantangan berat di lapangan, mulai dari ketimpangan kualitas fasilitas antarpresantren, transparansi penyaluran insentif ustaz, hingga ancaman laten penyebaran paham radikalisme jika pengawasan dari pemerintah daerah melonggar.

 

Di satu sisi, Pak Yes dalam amanat Menteri Agama RI Nasaruddin Umar yang dibacakannya menyatakan, pesantren memiliki kekuatan besar dalam membangun bangsa lewat pembentukan karakter dan kemandirian masyarakat. Warisan spiritual Wali Songo dan Sunan Drajat terbukti membawa Lamongan menduduki peringkat dua daerah paling harmonis di Jawa Timur dengan Indeks Kerukunan Umat Beragama mencapai 80,11. Pemkab juga aktif memberikan insentif kepada pengasuh ponpes demi mendongkrak kualitas SDM agar santri tidak gagap teknologi dalam persaingan global.

 

Di sisi lain, pengamat mengingatkan agar gelontoran insentif dan regulasi di atas kertas tidak sekadar menjadi komoditas politik atau jargon seremonial tahunan. Pemerintah daerah dituntut untuk membuktikan pemerataan kurikulum teknologi dan transparansi anggaran di seluruh pesantren. Langkah ini penting agar target mencetak santri yang menguasai ilmu agama sekaligus sains modern dapat terwujud secara merata, bukan hanya dominan di pesantren-pesantren besar.

 

(Keterangan gambar: Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Halaman Kantor Pemkab Lamongan)

( WAR)

You cannot copy content of this page