Berita terkini

Warga Betiting (Cerme) Guyub Selenggarakan Acara Tahunan Sedekah Bumi, Wujud Lestarikan Budaya Leluhur & Wujud Syukur Warga Atas Hasil Bumi

176
×

Warga Betiting (Cerme) Guyub Selenggarakan Acara Tahunan Sedekah Bumi, Wujud Lestarikan Budaya Leluhur & Wujud Syukur Warga Atas Hasil Bumi

Sebarkan artikel ini
oppo_0

Gresik, Krindotv.com | – Warga dusun Betiting desa Betiting Kecamatan Cerme propinsi Jawa timur rayakan acara tahunan yaitu sedekah bumi. Tradisi sedekah bumi ini terus dilestarikan oleh warga setempat sebagai bentuk penghormatan kepada budaya leluhur.

Acara sedekah bumi diawali dengan bacaan Khatmil Qur’an dan dilanjutkan dengan tasyakuran dan Do’a bersama yang digelar di pendopo desa. Dalam acara tasyakuran di isi pengajian dengan pembicara oleh Ustadz H.Muhammad Shodiq,S.Ag bersama Hadrah Assa’adah.(25/10/2025)Sabtu

Turut hadir dalam acara tasyakuran sedekah bumi itu antara lain : Camat Cerme Umar Hasyim, Kapolsek Cerme diwakili Bhabinkamtibmas dan Danramil Cerme diwakili Batuut serta Babinsa setempat

Diketahui acara sedekah bumi dusun Betiting desa Betiting selain Khotmil Qur’an, Tasyakuran dan Do’a bersama juga ada acara kirab gunungan tumpeng hasil bumi dan dilanjutkan pada malamnya yaitu pagelaran kesenian ludruk RRI Surabaya yang diadakan oleh panitia pada hari Minggu 26/10/2025 mulai pagi hingga selesai.

Musholi kepala desa Betiting dalam sambutan mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat  dusun Betiting yang telah berpartisipasi/suport/semangat kepada kepanitiaan untuk kegiatan tahunan (sedekah bumi) ini sehingga bisa terwujud atau terlaksana dengan baik.”tutur

“Sedekah bumi ini merupakan agenda tahunan masyarakat Betiting yang harus kita lestarikan diera sekarang ini sebagai bentuk terima kasih kepada pencipta yang telah memberikan kekayaan alam yang dikelola oleh masyarakat yaitu masyarakat mengolah pertanian ini dan ada hasilnya kita syukuri seperti ini”tandas Musholi

Lebih lanjut, Selain tasyakuran dan Do’a bersama. Kegiatan sedekah bumi kali ini kita mendatangan kesenian ludruk RRI dengan lakon tombo teko loro lungo  untuk menghibur masyarakat sekaligus melestarikan budaya Jawa.”pungkasnya (*)

You cannot copy content of this page